Seminggu lalu Hikari bilang ke saya, dengan sangat santai, kalau dia akan ikut lomba bercerita. Topiknya tentang keluarga, Ma, kata Hikari. Respon pertama saya langsung bertanya lomba apa. Dan, being Hikari, dia jawab gak tau. Karena saya pikir acara ini hanya lomba cerita di kelas, saya suruh dia untuk menuliskan draft. Being Hikari, again, dia cuma jawab oke oke.
Hari Jumat malam saya tanya tentang lomba yang saya pikir sudah berakhir. Dia bilang lombanya di sekolah hari Minggu. Minggu? Berarti bukan lomba kelas dong. Jadilah saya panik dicampur penasaran karena melihat si peserta lombanya cuek melebihi bebek. Waktu saya minta dia memperagakan ceritanya, dia mulai bercerita, sambil tangannya terus menggambar monster dan wajahnya konsen menatap buku gambar.
“Assalamualaikum. Nama saya Hikari. Saya akan bercerita tentang keluarga saya. Saya sangat mencintai keluarga saya. Ibu saya yang selalu mencintai saya sejak kecil dan ayah saya yang selalu bekerja keras mencari nafkah untuk keluarga…”
