Ketika Hikari Mendongeng

Seminggu lalu Hikari bilang ke saya, dengan sangat santai, kalau dia akan ikut lomba bercerita. Topiknya tentang keluarga, Ma, kata Hikari. Respon pertama saya langsung bertanya lomba apa. Dan, being Hikari, dia jawab gak tau. Karena saya pikir acara ini hanya lomba cerita di kelas, saya suruh dia untuk menuliskan draft. Being Hikari, again, dia cuma jawab oke oke.

Hari Jumat malam saya tanya tentang lomba yang saya pikir sudah berakhir. Dia bilang lombanya di sekolah hari Minggu. Minggu? Berarti bukan lomba kelas dong. Jadilah saya panik dicampur penasaran karena melihat si peserta lombanya cuek melebihi bebek. Waktu saya minta dia memperagakan ceritanya, dia mulai bercerita, sambil tangannya terus menggambar monster dan wajahnya konsen menatap buku gambar.

“Assalamualaikum. Nama saya Hikari. Saya akan bercerita tentang keluarga saya. Saya sangat mencintai keluarga saya. Ibu saya yang selalu mencintai saya sejak kecil dan ayah saya yang selalu bekerja keras mencari nafkah untuk keluarga…”

Continue reading

A Wish for Love

Kangen kan sama tulisan saya? hehehe
Novel keempat saya sudah beredar loh. Pelepas kangen. Sempat disindir-sindir di twitter karena kelamaan vakum. Maap yaaaa. Ini deh pelipur laranya. Keren banget lah! *ditimpuk massa*

Cerita sedikit ya. Novel ini aslinya berjudul In Your First Smile. Saya dapat ide cerita novel ini ketika sedang di Sanur, Bali. Terus terang ide cerita ini adalah gabungan apa yang saya alami, rasakan dan apa yang setidaknya dua orang teman saya alami dan rasakan. Walaupun semua novel saya selalu berisi setidaknya secuplik dua cuplik kejadian nyata yang entah saya lihat atau saya alami sendiri, novel ini terutama yang benar-benar berisi sesuatu yang nyata. Pernyataan saya bahwa cinta hanya datang kepada sedikit orang yang beruntung bukan sekedar kalimat poetic biasa. Pernyataan itu saya dapat sebagai benang merah dari perasaan orang-orang yang menjadi ide cerita novel ini.

Lalu, apakahah jalan ceritanya nyata? Hmmmm… ada yang nyata. Tapi saya enggak mau bilang yang mana ๐Ÿ™‚ Bisa tebak?

20130825-002746.jpg

Love is a myth.

Cinta hanya datang kepada sedikit orang yang beruntung. Dan aku bukan salah satu yang beruntung itu.

But thatโ€™s fine. Aku tidak membutuhkan cinta. Menurutku, dua orang dewasa yang saling peduli dan menghormati sudah cukup untuk menjalin hubungan yang baik. Seperti aku dan Rio. Bertahun-tahun aku menjadi kekasih Rio tanpa pernah mencintainya dan itu sudah cukup. I can live with that. I really can… sampai seorang laki-laki lain membuat duniaku berhenti berputar dengan senyumnya dan mata bulan sabitnya.

Kini ada dua laki-laki mengharapkan cintaku. Siapa yang harus kupilih?
If I have to choose love, why does it hurt so much?

————–
Terima kasih saya yang tidak terhingga untuk orang-orang dengan enough dosage of care, affection, and critics yang membuat motivasi saya menyelesaikan novel ini (yang butuh dua tahun!) membara selalu. Thank you, guys. I mean it!
Fitri Mohan, Kang Meddy, Santi D.

Reuni

Beberapa minggu lalu di salah satu majalah wanita negeri ini ada pertanyaan: berapa banyak undangan buka puasa yang anda terima setiap tahunnya? Jawaban responden lumayan bikin saya takjub. Rata-rata mereka mendapat 8-12 undangan bukber! Kapan tarawehannya coba? Untung saya bukan salah satu respondennya. Jawaban saya bisa menyedihkan soalnya ๐Ÿ™‚

Kegiatan buka bersama biasanya sih jadi satu agenda dengan reuni. Karena sebelas bulan dalam setahun masing-masing orang terlalu sibuk to catch up with friends, buka bersama di bulan puasa jadi semacam background theme untuk reuni satu tahun sekali. Ini dia masalahnya. Saya jaraaaaaaaaaaaang hadir buka bersama. Apalagi reuni.
Continue reading

The One that Matters

Saya bukan penonton apalagi penggemar Pak Mario Teguh. Apabila saya kemudian tidak memindahkan channel ke stasiun TV lain pada malam itu saat acara Pak Mario berlangsung adalah karena saya ingin lihat wajah-wajah para pemuda yang mengalami siksaan saat bekerja di pabrik wajan di Tangerang. Anda tahu beritanya kan?
Continue reading

Setelah Man of Steel

20130626-231043.jpg
Beberapa hari lalu saya bertanya kepada teman saya yang apdet terus apa bedanya Superman yang sekarang dengan sebelumnya. Dia bilang -selain soal kedewasaan dalam pemakaian celana kancut- Superman sekarang lebih laki. Okay. Bila seorang laki-laki bilang laki-laki lain ‘lebih laki’, saya jadi penasaran. Maksud saya bukan kah seharusnya perempuan yang mendefinisikan kelaki-lakian seorang laki-laki? #ruwet

Continue reading

Writer’s Spot

Saya lihat seekor anjing yang ribet banget cari pohon untuk dipipisin tadi. Pohonnya sudah ketemu. Dia sudah angkat satu kakinya. Tapi bukannya pipis, dia puter-puter pohon. Dan akhirnya pindah ke pohon lain untuk pipis.

Tadinya saya pikir si anjing urung kencing karena segan dengan saya. Mungkin dia mendelik berharap saya minggat dari teras tempat saya memperhatikan dia. Kenapa juga saya iseng perhatiin anjing kencing?
Continue reading

Anggrek Ospek

20130607-173401.jpg Sudah beberapa hari ini salah satu tanaman Anggrek saya berbunga. Bukan cuma satu. Ada sepuluh kepala bunga di satu tangkai itu! Kata Papap mirip seperti tangkai Anggrek yang dijual tukang bunga #kode.

Mekarnya Anggrek ungu ini juga membuat saya ingat masa kinuiz-kinyis saat baru lulus SMA dan ikutan ospek di kampus. Hari itu saya harus sampai di kampus sebelum matahari terbit sambil membawa ini itu dan salah satunya bunga Anggrek warna ungu. Peraturan lainnya adalah mahasiswa baru tidak boleh diantar kendaraan apapun! Harus naik angkot! Macam mana pula saya naik angkot dari Halim ke Depok dan harus sampai Depok jam 5:30 pagi?!

Continue reading