Sisa umur saya berkurang satu hari ini. Saya bersyukur karena saya masih diberi umur tahun ini untuk menerima cium Hikari, mendengar nyanyian Happy Birthday Aiko, melihat wajah salah tingkah Papap yang hampir lupa, makan kue ulang tahun bersama orang tua saya, membalas ucapan selamat teman-teman saya yang baik, membaca posting blog hadiah ultah saya dari Fitri Mohan sambil terharu berat… Saya bersyukur.
Scribbles
Your February
February.
Things turn pink when February comes. The world suddenly becomes more romantic. People suddenly become more hopeful. Of certain kinds of affection they think they deserve on this pinky month.
When everything turns pink and heart-shaped, I feel like a bell is ringing. The month always reminds me of a wish I once said but have never been able to realize. A promise to meet her in Central Park and say Happy Birthday, my darling!
I don’t know when and how or how long it will take, but I intend to keep my wish. As for now, I have to be grateful for the technology. For she is just a click away.
Happy birthday, darling Fitri Mohan!
There is nothing truer about you than this:
Glee dan Umur
Glee season 5 rupanya sudah mulai hari ini. Tentu saja saya terlewat tidak sempat menonton. Punya dua anak kecil membuat kegiatan menonton TV jam 6-10malam adalah suatu kemewahan. Kalau tidak bisa disebut mukjizat. Tidak percaya? Coba deh rebutan remote control dan TV dengan anak umur 2-12 tahun! See if you could win!
Cerita yang Panjang. Cerita yang Pendek.

“Nulis cerpen tuh gampang. Pendek pula. Belum sempat kehabisan ide sudah harus the end.”
“Nulis novel lebih gampang. Ide tidak dibatasi. Banyak hal yang ingin dicurahkan, bisa dicurahkan.”
Let me tell you something. Para penulis bisa berdebat sepanjang masa karena soal itu tadi.
Continue reading
Rain, Jakarta Style
Pluviophile.
How much do you adore rain? If you love the sound, smell, touch of it, then you are a pluviophile.
Continue reading
Bukan Masakan Mami
Siang hari terakhir di tahun 2013 dan saya menghabiskannya di starbak kantor Papap menunggunya selesai nyangkul. This free wifi is too good to pass without doing anything with my thumbs. Dan saya baru menyadari betapa saya sebagai blogger sudah banyak berubah. Dulu, saya tidak sabar untuk mengumbar resolusi (kata yang diprotes om GM) di hari terakhir tahun itu di blog. Sekarang, setiap ingin ngeblog bertema resolusi, saya malah berpikir resolusi mana lagi yang belum saya pikirkan -dan khianati- untuk tahun ini 🙂
Rumus Matematika Sebuah Bangku Bis
Bis APTB (bis penunjang daerah pinggiran dengan halte bis Transjakarta) jurusan Blok M-Cileungsi sore itu lumayan padat. Seperti biasa saya naik dari halte TJ Kuningan. Seperti biasa pula saya langsung bergeser ke ujung belakang sekadar mencari ruang sedikit lega sekalian memberi tempat bagi penumpang lain. Saya mendapatkan tempat berdiri di sebelah seorang perempuan yang kelihatannya lebih tua dari saya. Dia sudah lebih dulu naik entah dari mana. Paham bahwa penumpang bis berjarak jauh ini jarang ada yang turun cepat, saya girang juga begitu penumpang yang duduk di depan saya persis bersiap-siap turun beberapa kilometer setelah saya naik. Si Mbak pemilik bangku itu pun tersenyum pada saya seperti minta ruang untuk berdiri sekaligus mempersilahkan duduk. Saya balas tersenyum.
Begitu si Mbak meninggalkan bangkunya, sisi kanan saya tiba-tiba terasa disikut. Saya menoleh ke perempuan yang tadi berdiri di sebelah saya. Daaaaan dia melototin saya, sodara-sodara! Dia mendongak (karena dia pendek) dan melotot segede-gedenya matanya ke saya!
Continue reading
Pegawe Meja
com·posed
/kompozd/
adjective
1.having one’s feelings and expression under control; calm.
synonyms:calm, collected, cool, cool as a cucumber, ‘cool, calm, and collected’, self-controlled, self-possessed;
Hari ini hari keempat saya jadi pegawe baru. Iya, saya ngantor lagi. 8-4 dan 5 hari seminggu. Berangkat sesaat setelah subuh dan sampai rumah pas perang Diponegoro: 18:30.
Kenapa saya mau ngantor lagi? Selain tentu saja untuk mencari sesuap nasi dan sebakul berlian, saya sedang dalam fase bereksperimen dengan hidup karir. Dan kantor saya kali ini berbeda dengan 3 kantor saya sebelumnya. Di tempat yang sekarang saya benar-benar jadi pegawe meja. Semua yang saya harus kerjakan dan saya perlukan ada di meja dan komputer berlayar guede di atas meja saya. Kalau saya gak perlu minum atau pipis, saya gak akan perlu untuk berdiri dari kursi. Nyaman kan?
Continue reading
