Reuni

Beberapa minggu lalu di salah satu majalah wanita negeri ini ada pertanyaan: berapa banyak undangan buka puasa yang anda terima setiap tahunnya? Jawaban responden lumayan bikin saya takjub. Rata-rata mereka mendapat 8-12 undangan bukber! Kapan tarawehannya coba? Untung saya bukan salah satu respondennya. Jawaban saya bisa menyedihkan soalnya 🙂

Kegiatan buka bersama biasanya sih jadi satu agenda dengan reuni. Karena sebelas bulan dalam setahun masing-masing orang terlalu sibuk to catch up with friends, buka bersama di bulan puasa jadi semacam background theme untuk reuni satu tahun sekali. Ini dia masalahnya. Saya jaraaaaaaaaaaaang hadir buka bersama. Apalagi reuni.
Continue reading

The One that Matters

Saya bukan penonton apalagi penggemar Pak Mario Teguh. Apabila saya kemudian tidak memindahkan channel ke stasiun TV lain pada malam itu saat acara Pak Mario berlangsung adalah karena saya ingin lihat wajah-wajah para pemuda yang mengalami siksaan saat bekerja di pabrik wajan di Tangerang. Anda tahu beritanya kan?
Continue reading

Setelah Man of Steel

20130626-231043.jpg
Beberapa hari lalu saya bertanya kepada teman saya yang apdet terus apa bedanya Superman yang sekarang dengan sebelumnya. Dia bilang -selain soal kedewasaan dalam pemakaian celana kancut- Superman sekarang lebih laki. Okay. Bila seorang laki-laki bilang laki-laki lain ‘lebih laki’, saya jadi penasaran. Maksud saya bukan kah seharusnya perempuan yang mendefinisikan kelaki-lakian seorang laki-laki? #ruwet

Continue reading

Writer’s Spot

Saya lihat seekor anjing yang ribet banget cari pohon untuk dipipisin tadi. Pohonnya sudah ketemu. Dia sudah angkat satu kakinya. Tapi bukannya pipis, dia puter-puter pohon. Dan akhirnya pindah ke pohon lain untuk pipis.

Tadinya saya pikir si anjing urung kencing karena segan dengan saya. Mungkin dia mendelik berharap saya minggat dari teras tempat saya memperhatikan dia. Kenapa juga saya iseng perhatiin anjing kencing?
Continue reading

Anggrek Ospek

20130607-173401.jpg Sudah beberapa hari ini salah satu tanaman Anggrek saya berbunga. Bukan cuma satu. Ada sepuluh kepala bunga di satu tangkai itu! Kata Papap mirip seperti tangkai Anggrek yang dijual tukang bunga #kode.

Mekarnya Anggrek ungu ini juga membuat saya ingat masa kinuiz-kinyis saat baru lulus SMA dan ikutan ospek di kampus. Hari itu saya harus sampai di kampus sebelum matahari terbit sambil membawa ini itu dan salah satunya bunga Anggrek warna ungu. Peraturan lainnya adalah mahasiswa baru tidak boleh diantar kendaraan apapun! Harus naik angkot! Macam mana pula saya naik angkot dari Halim ke Depok dan harus sampai Depok jam 5:30 pagi?!

Continue reading

Di Pekarangan Gunung Slamet

20130525-233247.jpg Hari ini hari terakhir saya di Purwokerto. Kota yang baru kali ini saya kunjungi. And I loved the city from the first time I got off the train. Bersih, teratur, adem, sepi, sepi, sepi. Saya langsung betah.

Setelah menghabiskan waktu sesorean dengan kriyep-kriyep sendirian di kasur hotel, malam pertama itu saya putuskan untuk jalan kaki kelayapan sendirian. Jam 7 malam setelah mandi cantik saya keluar. Niat cari makan dan cari minimarket. Minimarket saya temukan kira-kira setelah 1 km berjalan. Udara malam itu enak jadi jalan pun nyaman. Trotoarnya nyaman dan bersih. Jalanannya yang lebar sepi. Dengan happy saya menyusuri jalanan raya sembari tebar senyum ramah pada beberapa bapak, bapak-bapak, bapak lagi, bapak-bapak lagi yang sedang nongkrong di pinggir jalan. Pulang dari minimarket, saya mampir restoran bebek. Keanehan baru saya rasakan. Ke mana saya pergi saya merasakan pandangan ingin tahu orang-orang yang saya temui.

Continue reading

To Work. Or Not To Work.

Saat memutuskan untuk berhenti bekerja kantoran, kebanyakan orang dewasa saya berpikir hanya perlu melakukan diskusi panjang dengan diri sendiri dan partner rumah tangga. Berbulan-bulan saya dan Papap mempertimbangkan ini itu mengenai kelangsungan operasional rumah tangga tanpa sedikit pun terpikir bahwa anak-anak kami, Hikari misalnya, perlu diajak ngobrol.
Continue reading