What are you complaining about?

Just arrived at the office at 11 this afternoon. I drove my car all the way from the very Eeeeeeeeast of Jakarta coret to the central of Jakarta. Almost 30 kilometers and 50 minutes by the toll road. The sun was scorching hot, even when I turned on my AC to the maximum.

Not far from Kilometer 0 (zero) Cawang intersection heading to Wiyoto Wiyono toll road, cars were slowing down. On the right side, right in the median of the road, several road signs were laid because there were 2 workers wearing orange uniform and head mask were working on the plants. They were trimming the plants. In the middle of the scorching sun. In the middle of a busy and dangerous toll road.

Continue reading

Bungkusnya, bukan isinya

Si Mami dan saya bukan lah pasangan standar ibu-anak perempuan yang biasa ditemukan di dunia. We are not best friends, although we are not enemies either. Saya dan si Mami bukan jenis pasangan ibu-anak perempuan yang biasa saling curhat. Saya bukan jenis anak perempuan yang ngintilin si Mami, atau nangis bombay ke Mami karena patah hati, atau manis manja ke si Mami saat sedang minta perhatian, atau merengek ke si Mami saat sakit, atau belanja baju berdua lalu saling memilihkan baju masing-masing, bahkan bukan juga jenis anak perempuan yang apabila diwawancara reporter akan bilang, “Oh, Ibu saya adalah pahlawan saya. Dia idola saya. Saya gak bisa tidur tanpa Ibu saya.”

Continue reading

When traffic kills

Papap, saya dan Hikari keluar rumah tadi sore sehabis Maghrib. Tujuan kami ada dua: mencetak foto Papap dan makan malam. Dua tempat yang akan kami tuju bersebelahan dengan cluster rumah kami, masih di satu komplek perumahan. Dua hal tadi kelihatannya sangat sederhana.

Mobil kami berbelok masuk ke tempat parkir mall kecil di sebelah cluster. Pemandangan macet total panjang di luar pagar mall terlihat jelas. Dua arah jalan Alternatif Cibubur parkir gratis. Dampaknya, banyak mobil yang masuk ke area mall hanya untuk mencari jalan pintas lewat perumahan kami. But, hey, we couldn’t care less.

Jalan 500 meter menuju tempat cuci cetak foto di ruko sebelah mall ternyata memakan waktu lebih lama dari seharusnya gara-gara banyaknya mobil yang mengambil jalan pintas. Tapi toh kami tetap sabar dan senang hati. Setelah selesai urusan cuci cetak foto, Papap memutar mobil kembali ke arah lobby mall untuk makan malam. Di luar pagar mall, mobil-mobil yang tidak bisa berjalan maju mengular panjang tak kelihatan ujungnya. Kami bersyukur karena kami berada di dalam komplek perumahan dan tidak harus mengalami penderitaan seperti mobil-mobil itu.

Continue reading

How does a teacher want to be remembered?

Today, I received bad news from a fellow parent at Hikari’s school. Hikari’s first grade teacher passed away on Thursday.  Ibu Siti, Hikari’s first grade teacher, was still young. She hadn’t been enjoying a good health lately but still the news was shocking, especially for us, the parents of students she was once taught.

Ibu Siti taught Hikari and his other 8 friends when they were in the first grade. It was tough first graders she taught. There were only 9 of them but each carried their unique challenges. When the parents of these 9 students met her for the first time in our first PTA meeting, we gave her a long list of how unique our child was. She gave us assuring smiles and a promise that if God permitted, she would do the best she could.

Continue reading

Life is full of choices, by Hikari

Eyang Kakung ngomel-ngomel. Lalu mengadu pada saya dan Papap. Seminggu lalu saat Hikari menginap di rumah Eyang, dia mencoba alat pancing baru hadiah ulang tahunnya dari Eyang Kung di kolam ikan hias di rumah Eyang Kung. Alat pancing beneran! Alat pancing yang dipakai para pemancing profesional itu!

Sewaktu Hikari mencoba alat pancing itu di kolam ikan hias (berisi ikan mas koki besar-besar, ikan sapu-sapu, seekor ikan bawal, dan beberapa ikan hias dewasa lain) seminggu lalu, Eyang Kung sedang tidak di rumah sementara Eyang Uti dan si mbak tidak sanggup menahan semangat Hikari untuk mencoba alat pancingnya. Saya dan Papap jelas tidak tahu menahu.

Continue reading