Do you believe in signs?
Saya ini jenis orang yang percaya dengan kode-kode dari alam semesta. Misalnya, suatu kali saya sedang risau berat (kalau orang dewasa kan risau bukan galau) karena seseorang. Mau marah enggak bisa, enggak marah kok bisa jadi kanker. Berhari-hari saya pikirin soal ini. Eh pada suatu pagi yang aneh, tangan saya iseng nyari frekuensi radio di mobil saat sedang nyupir ke kantor. Dapat lah suara lagu favorit jaman muda dulu. Baru juga dengerin lagunya semenit, suara penyiar memutus lagu. Penyiar itu tiba-tiba ngomong: Forgive, Forget, Move On. Aaah siyal. Ngomongin saya ya?
Semingguan yang lalu saya harus membelah tiga provinsi untuk bisa sampai di rumah. Dengan menumpang taksi burung dan mata yang pelupuknya digondeli bantal, saya menyusuri Jakarta dari ujung barat ke ujung timur untuk kemudian berbelok melipir ke Depok dan akhirnya sampai ke Bekasi pinggiran Bogor. Begitu duduk di taksi, saya memastikan satu hal: supir tahu lokasi rumah saya kah? Pertanyaan ini penting karena saya berniat untuk tidur pulas di taksi. Setelah bangun jam 3:30, berangkat jam 5 sehabis Shubuh, mengajar 8 jam, dan baru selesai jam 5 sore, bisa tidur 1.5 jam di taksi tanpa terganggu adalah kemewahan. Apalagi di tengah kepenatan kepala saya karena satu hal maha penting soal pekerjaan. Jadi begitu duduk dan memastikan supir taksi adalah bapak-bapak berumur yang tidak punya tampang kriminal, saya pun bertanya…
Continue reading



