Tahun-Tahun yang Tidak Kembali di Pitch Perfect 3

IMDb
Setelah Loki, saya mau bahas film lain yang -saya masih surprised- saya tonton sejak film pertama. Pitch Perfect 3. Berbeda dengan sekuelnya Thor, saya masih ingat sedikit-sedikit jalan cerita film-film Pitch Perfect dari film pertama. Padahal ini film ringan yang tidak dimaksudkan untuk dipikirin moral story-nya setelah nonton ๐Ÿ˜€ . Etapi di film ketiga ini, saya malah nyangkut dengan pesan sampingannya.
Continue reading

Karena Semua Kita adalah Loki

Entah kenapa sejak saya nonton Thor Ragnarok beberapa bulan lalu saya masih aja keinget si Loki. Ya, oke, saya kebayang-bayang si Chris Hemsworth juga sih selama beberapa hari. Ya ganteng gitu loh ๐Ÿ™„ dan aksennya mengingatkan saya pada celotehan orang-orang di kantor ๐Ÿ˜€ . Saya makin ingin bahas si Loki di blog setelah beberapa waktu lalu di mall dekat rumah saya sempat memergoki seorang bapak memarahi menasehati anaknya yang sepertinya masih usia SD kelas 4 atau 5. Entah sudah melakukan apa sih anak laki itu tapi nasehat si bapak terngiang-ngiang di saya. “….nanti sampai gede kamu jadi begitu terus! Mau?!”

Oke. Itu bukan menasehati sih. Lebih ke meramal masa depan. Ya masa’ meramal masa lalu?!
Continue reading

Why They Want to Be Elsa

IMG_5132.JPG
If you have young girls at home, or a niece, or a neighbor with young daughters, or even an office colleague who has a little girl, you will definitely know who Elsa is. If you don’t, you are one of few lucky people in the world. Seriously.

Sejak film Frozen yang melejitkan Queen Elsa of Arendelle diluncurkan, hampir seluruh anak-anak perempuan di dunia sontak demam Elsa: lagunya, bajunya, mahkotanya, sepatunya, sampai cara dia mengikat rambut. Dan lagunya itu loh…ya ampuuuuun tobat bisa merajai music player di rumah, di mobil, di hape, bahkan di kamar mandi. Diulang ulang ulang ulang ulang… Elsa the Queen of Arendelle has conquered the very heart of young girls in the world. Padahal, di film Frozen itu, pahlawannya justru bukan Elsa.
Continue reading