Just sit there and watch

The one moment when I feel that I am me is when I just sit silently among the crowds and observe. It can be in a waiting room waiting for a customer service staff, in a hospital lounge when I have to wait for my turn, in a meeting which lacks importance, in class where I don’t feel like being there, in a family gathering where discussion I don’t feel like joining… it can be anywhere.

My junior high school friend -whom I not-so secretly admired- told me once how he liked to observe me when I was in my own world. We were in the Osis together and we spent many meetings together.

Continue reading

Kimora, saya, dan hal lain yang lebih penting dalam hidup

Apa kesamaan antara saya dan Kimora? Selain karena kami berkulit coklat susu dan fabulous :-p , tidak ada hal lain yang sama. Saya lumayan sering menonton acara Life in the Fab Linesnya Kimora karena di channel yang lain sudah tidak ada lagi tontonan yang menarik. Buat saya, Kimora adalah figur yang menarik. Dia itu perpaduan antara pejuang bertekad baja, manusia nyinyir dan galak, ibu yang penuh kasih sayang, dan orang kreatif. Dia adalah jenis orang yang tahu apa yang dia mau.

Baru-baru ini, Kimora membuat saya terinpirasi bukan karena kualitasnya sebagai manusia tapi karena keberhasilannya menjadi langsing setelah bertahun-tahun mempunyai tubuh yang overweight. What?! Apa itu artinya saya terinspirasi untuk menjadi langsing?

Continue reading

Bahagia pun salah

Ketemu teman yang jarang-jarang ketemuan (baca: sebulan sekali dua).

Dia bilang, “eeih, sekarang gemukan loh. Bagus deh!”

Saya: “Makasih.”

Dia, pertanyaan aneh: “Kok bisa naik berat badannya?”

Saya: “Bahagia sih.”

Dia langsung diam enggak ramah gitu. Saya nyengir.

Begitu pisah saya baru nyadar betapa langsing dirinya. Ups!

Si Kumendan

Si Kumendan alias ayah saya itu berulang tahun ke-68 hari ini. Cerita ini saya ambil dari postingan di blog lama. Selamat ulang tahun, Kumendan! Sisa ucapan ada di doa aku setiap malam.

Salah satu telinga si Kumendan sudah agak rusak. Tidak jelas juga yang mana: yang kiri atau kanan. Menurut Kumendan, dua-duanya sama-sama tak dengar, karena. Menurut dokter, salah satunya memang sudah out of date.

Continue reading

Wangsit dari Toilet

Sudah tiga jam saya muter-muter mencari ide. Buku-buku bertebaran di atas kasur, beberapa keping audio cd sudah bolak-balik pasang, kamus sudah penuh berisi tempelan kertas warna-warni, pensil dan penghapus juga sudah semakin tipis, tapi ide di kepala masih belum muncul juga. Padahal saya sudah menyisakan sedikit ruang di kepala saya dengan cara menghapus file-file berisi -misalnya- cara memperbaiki rantai kalung yang putus, cara menegur staf dengan lebih halus, cara marah kepada bos dengan lebih sopan, cara menyimpan gosip panas sehingga bisa saya gunakan di masa depan, dsb. Ruang kosong di kepala saya itu memang saya maksudkan untuk hal-hal yang lebih penting.

Continue reading

Veteran

Beberapa waktu lalu, saya dan seorang teman bertemu dengan klien kantor kami. Dua orang bapak-bapak yang usianya jauh di atas kami. Di awal pertemuan, si bapak yang kemungkinan berumur 2x lipat saya, bertanya berapa lama saya dan teman saya itu bekerja di perusahaan ini.
Saya jawab setengah nyesel. 12 tahun. Nyesel kok saya masih mauuuu aja disitu.
Tapi diluar dugaan si bapak malah memuji.
“Wah, mbaknya veteran ya?”

Continue reading

Atas Nama Eksistensi?

Cerita saya kelupaan password atas berbagai akun jaringan sosial di internet seperti Friendster, hi5, WYAN, jaringan-apa-itu-yang-saya-lupa-namanya, Multiply, dan seterusnya, itu sudah biasa. Lebih biasa lagi kalau saya tidak pernah membalas salam kawan-kawan yang menyapa saya di berbagai akun itu. Si Nenek itu sudah hapal kebiasaan saya yang cuma sempat buka akun lalu menghilang. Dan setelah itu tentu saja saya lupa passwordnya.

Toh saya tidak pernah kapok. Walau tahu saya akan tidak sempat memperbaharui Friendster milik saya, saya ho-oh saja sewaktu teman-teman Papap di Jepang mengajak saya buka FB. FB pun sempat saya lupakan -apalagi setelah balik ke Indonesia- sampai FB ngetren lagi disini. Beberapa waktu lalu, saya yang sebelumnya bergeming dengan maraknya penggunaan twitter, ikut buka akun twitter demi melihat status twitternya John Legend yang akan manggung di Indonesia. How silly is that?

Continue reading