22 Going on Forever Young

I just celebrated my birthday Friday last week. It was great to be 22…twice ๐Ÿ˜€ . Better than being 17 forever. People say that age is just a number. They must be severely delusional…because you can’t cheat near-sighted, silver hairs, arthritis, and belly fat that can’t be removed even with 100 days of eating flora. Okay, I should stop talking about age here.

This birthday I have the most dramatic birthday ev-fah but I’m not going to write about it here because then I have to admit my saying fuckoff a lot of times haahahaha… I did, though, feel blessed on that day because I felt whatever happened/will happen I would be okay and I had people who truly care about me. This is apaseh moment for you, ya? ๐Ÿ˜€ .


Continue reading

Selamat Tahun Baru, jangan?

21 hari pertama tahun 2019 dan kedisplinan saya untuk ngeblog masih dalam level menyedihkan. Bahkan, saat saya takut-takut ngintip blog ini (iya takut-takut karena sudah lama malas update), saya malah tertohok posting terakhir tentang kekonsistenan saya latihan Yoga selama setahun. Setidaknya ada satu hal dalam hidup saya setahun yang konsisten hahaha…

So, what has happened in your first 21 days of 2019? Or, in your last 365 days in 2018? How did you leave 2018?
Keep Reading!

Menjadi Yogi #8

Disclaimer: saya belum bukan lah seorang yogi (atau yogini). Bukan pula ahli dalam dunia per-yoga-an (lihat kalimat pertama). Tulisan di seri โ€˜Menjadi Yogaโ€™ ini merupakan pengalaman saya sendiri untuk catatan sendiri.

SETAHUN!

Tidak terasa hampir setahun sejak saya belajar yoga. Gilak! Setahun saya bisa konsisten ikut kelas yoga walaupun kalau ditanya ada kemajuan apa setelah setahun belajar yoga? Jawab saya…enggak ada juga ๐Ÿ˜€ .

Tadinya saya pengin pamerin foto progress fantastik setahun saya gitu. Semacam ‘before after’. Setelah mantengin puluhan foto saat saya mencoba pose yoga -bahkan yang paling dasar pun- jidat saya jadi berkerut. Kok enggak ada bedanya setahun lalu dengan sekarang ๐Ÿ˜† . Padahal niatnya ikutan jejak para seleb yoga di instagram. Kalau saya lihat foto-foto para yogis di instagram ‘before after’ mereka, saya mah jauuuuh. Tahun pertama, pose mereka masih work in progress, kemudian di tahun kedua, pose mereka udah jago banget gitu. Saya curiga sih sebenarnya para yogi ini sebelumnya penari balet, atlet gimnastik, atau foto ‘before after’nya diambil setelah pemanasan 2 jam. #dengki

No. To be fair, I have progressed. Dari yang sama sekali enggak bisa membungkuk sampai menyentuh jari kaki, sekarang bisa sentuh jari kaki…setelah pemanasan 30 menit. Yang tadinya Vrksasana Tree pose saya semacam penari India, sekarang udah hampir sama seperti pohon ditiup angin sepoi-sepoi.


Lumayan.

Continue reading

Lebaran Aman

Wiken ini adalah wiken terakhir setelah ambil cuti sejak hampir 3 minggu lalu. Senin besok sudah harus masuk lagi. Sebal kan? #Eh

Walau judulnya cuti panjang Lebaran, perasaan saya malah kepingin liburan abis cuti ini. I certainly need a vacation after this leave. Kenapa? Karena cuti Lebaran itu judulnya doang di rumah tapi kegiatannya ya jauh dari leha-leha. Dengan pulang kampungnya si Mbak Asisten Penolong Rumah Tangga dari Kehancuran dan Remah-remah Biskuit, ya saya harus menyingsingkan lengan baju untuk bangun pagi buta, nyuci baju, jemur, nyapu, ngepel, nyiapin makan pagi, nyiram tanaman, gosok baju….ya ya kalian pasti bakal bilang ‘biasa aja keleues 99% orang di dunia tiap hari juga begitu!’. ๐Ÿ˜†

Ya ngaku deh saya masuk yang 1%.

Puas? ๐Ÿ˜€
Continue reading

Menjadi Yogi #7

Disclaimer: saya belum bukan lah seorang yogi (atau yogini). Bukan pula ahli dalam dunia per-yoga-an (lihat kalimat pertama). Tulisan di seri โ€˜Menjadi Yogaโ€™ ini merupakan pengalaman saya sendiri untuk catatan sendiri.


Progress yoga saya berantakan. Balik lagi ke titik 0. Back to zero flexibility.
Saya menyalahkan bulan puasa yang membuat jadwal kelas yoga berubah dan tidak cocok dengan jadwal pulang kantor kecuali kalau saya bolos. Setelah bulan puasa, tiba lah libur Lebaran yang membuat kelas yoga tutup berminggu-minggu 2 mingguan. Kemudian saya juga menyalahkan badan lemas paska puasa seharian yang membuat saya tidak sanggup latihan sendiri di rumah.
Pokoknya semua faktor eksternal itu yang membuat kemunduran kemampuan yoga saya. Enggak ada lah satu pun yang salah saya ๐Ÿ˜€ .
Continue reading

Mudik Lebaran dan Pencarian Identitas

mudik/muยทdik/ v 1 (berlayar, pergi) ke udik (hulu sungai, pedalaman)

Seumur-umur yang saya ingat, saya belum pernah mudik Lebaran. Tenang. Walaupun saya tidak pernah mudik Lebaran, masa kecil saya masih baik-baik saja kok ๐Ÿ˜€ .

Dulunya saya pikir orang tua saya tidak pernah mengajak saya dan dua adik saya mudik karena di kampung sudah tidak ada lagi kakek nenek yang harus disungkemi *dilempar kamus KBBI*. Kakek Nenek saya dari Si Kumendan sudah meninggal sejak Kumendan masih kecil banget. Ditambah lagi dengan Eyang dari si Mami sudah ratusan tahun lama boyongan ke Jakarta. Bahkan si Mami aja lahir di Jakarta. Rejeki saya, kemudian saya menikah dengan orang asli Jakarta. Nah, kampung mana lagi yang harus saya mudiki?! *dilempar dua kamus KBBI*

Sebagai orang yang lahir besar di Jakarta, keluarga inti ada di Jakarta, menikah dengan orang Betawi, tiap musim mudik tiba, saya setia saja jadi penonton liputan lebaran di TV sambil mencari jawaban perenungan saya tiap tahun. Sebenarnya saya punya kampung enggak sih?
Continue reading

Ribuan Jarum di Sebelah Kepalaku

As someone living with chronic migraine (and long history of allergies), days like those in the picture when I could function as a person are most cherished. When migraine strikes, it always feel like Iโ€™ve never known days without pain. Knowing that migraine can strike me anytime forces me to be โ€˜meaningfully presentโ€™ in those pain-free hours, especially with my kids. Having a book-reading before bedtime, or chatting about school, or dining together, or listening to their stories, or even laughing…are out of questions since every nerve in my body aches from sound, light, stimulation. My head feels like thousand needles are fighting inside my head. Trying to be positive about life is a struggle when being in pain. . . My thoughts and prayers for those who suffer from more serious illnesses. My pain is nothing compared to yours. . ? @naldsaerang #migraines #migrainelife #deepinthought #beingpresent #painstory #migrainestrikesagain #painfuldays

A post shared by dmariskova (@dmariskova) on


Continue reading