Mencari Princess Anna dengan Jari

Saya percaya ada hubungan spesial yang tak terlukiskan dengan kata-kata antara ayah dan anak perempuannya. Seperti si Papap dan Aiko.

Aiko Papap PrincessSewaktu Hikari kecil, Papap jadi tempat Hikari meminta mainan. Tapi saya curiga si Papap mengabulkan permintaan Hikari membeli mainan seperti Lego, pedang-pedangan, puzzle dino, dsb. karena sebenarnya Papap juga ingin ikut main. Tapi sekarang, hanya bermodalkan suara kecilnya dan mata bintangnya, Aiko mampu meluluhkan hati Papap sehingga yang bisa keluar dari mulut Papap saat Aiko merengek minta apapun -apapun- hanya kata: IYA. Permintaan Aiko beragam, dari buku mewarnai bertema Princess yang dibeli setiap kali mereka belanja di mini market dekat rumah sampai kelinci abu-abu yang ditunjuk Aiko di pameran Flora Fauna. Semua permintaan Aiko pasti dikabulkan Papap tanpa memandang permintaan itu dalam rangka memperingati hari Senin atau memperingati wiken atau sekedar memperingati jalan-jalan iseng mereka berdua ke mini market.

Suatu kali satu bulan sebelum ulang tahun Aiko ke empat di bulan Juni kemarin, Papap sibuk mencari-cari kado apa yang kira-kira dimaui Aiko. Padahal, saya yakin banget kalau Aiko dibelikan kue ulang tahun dengan lilin di atasnya aja dia sudah girang sekali. Tapi, noooooo! Terlalu standard, katanya. *manyun*
IMG_5132.JPGSaat itu Aiko sedang demam Frozen. Dari cara mengikat rambut sampai lagu di mobil semua harus tentang Frozen. Untuk ulang tahunnya pun Aiko sudah minta dibelikan kue ulang tahun Frozen. Untuk kadonya? Pada suatu malam Aiko datang ke Papap dan dengan senyum manisnya dia bilang, “Papaaap, nanti kalau Aiko ulang tahun umur 4, Papap beliin Aiko baju Princess Anna yaaaa. Yang ada jubahnya, mahkotanya, trus magic wand-nya.”

Baju Princess Anna dengan jubah, mahkota, dan magic wand?! He? Nyari di ma….? Otak saya langsung berpikir keras dan mulut saya sudah siap untuk bilang….
“OKEEE!”
“HA?! Eh? Oke, Pap?”
“Asyiiiiiik!”
“Pap? Oke gimana maksudnya?”
“Terima kasih Papaaaaap!”
“Cium Papap doooong.”
Dan saya cuma bisa bengong lihat adegan Aiko mencium pipi kanan kiri Papap dan memeluk dengan semangat. Si Papap ketawanya bahagia banget bisa dipeluk cium Aiko lama-lama.
Beberapa menit setelah euforia mereka berdua reda, saya kasih liat jidat saya yang berlipat seratus ke muka Papap yang disambut dengan cengiran dia. Pertanyaan saya cuma satu: “Mau nyari di mana itu baju dan aksesorisnya?”
Lalu cengiran Papap pun menjadi lebih lebar. Sigh.

Hari-hari setelah itu rumah saya tidak pernah sepi dengan suara Aiko yang menanyakan kapan bajunya datang. Okay. Papap punya waktu tidak sampai sebulan untuk mencari. Kami sempat pergi ke beberapa pusat belanja di Jakarta demi janji Papap untuk Aiko. Setiap kali kami menemukan baju yang bergambar Princess Anna, atau Princess Elsa, atau dua princess itu yang ngetopnya pasti bikin iri princess-princess Disney lainnya, Aiko selalu menolak.
“Anna gak pakai baju kayak gituuuu!”
Atau, “Bajunya gak ada jubahnyaaaa!”
Atau, “Baju Anna warnanya biru, Mamam! Biru! Bukan pink!”
Omaygaaad! Ulang tahun Aiko kurang dari dua minggu dan kami si Papap belum juga menemukan kado yang dia janjikan. Sampai suatu hari sepulang kantor Papap menarik saya melihat sesuatu di tablet. Deretan baju anak bertema Frozen terpampang di layar tablet. Papap tertawa sumringah.
“Tadi di kantor temanku kasih tau ini, Mam. Aku disuruh cari di Bukalapak. Ternyata banyak, Mam. Bisa bandingin harga juga!”
“Toko online?”
“Iya.”
“Kamu yakin?” Saya dan Papap belum pernah dan saat itu berpendapat online shopping adalah dunia yang penuh resiko dan sebaiknya tidak perlu dicoba.
“Kata temanku bagus kok! Bisa dipercaya. Kita bisa track barangnya. Banyak pilihannya juga, Mam.”
“Kamu yakin?”
“Iya! Beneran ini! Nih, aku udah pilih yang ini dan yang ini!”
“Pap, udah deh. Lebih baik bujuk Aiko beli yang di mall itu. Bisa dicoba. Ketahuan kualitasnya bisa dilihat. Kalau itu kan belum tentu ukurannya cocok. Atau kualitasnya sama dengan yang diiklanin…”
“Aiko kan gak mau, Mam! Teman-temanku udah banyak yang coba Bukalapak kok! Dan mereka puas semua! Di sini juga ada review pelanggan sebelumnya. Dan sistem pembayarannya 100% dijamin Bukalapak yang memastikan penjual sudah mengirimkan barang yang sesuai pesanan nih! Oke? Oke?”
Jari Papap pun cepat memilih baju Princess Anna dan aksesorisnya. Klik. Dan… “Aikoooo, Papap udah ketemu baju Princess Anna ini nih. Aku senang kan?”
Lalu adegan cium pipi dan peluk erat pun terjadi lagi. *rolling eyes*

IMG_5275.JPGBeberapa hari kemudian, baju Princess Anna dan aksesorisnya pun muncul di rumah. Seperti yang diiklankan di Bukalapak, barang pesanan kami muncul persis seperti iklannya. Ukurannya, jumlahnya, bahannya, sampai ke bentuknya, semua persis seperti yang kami lihat di website Bukalapak. Baju dan aksesoris itu pun langsung dipakai malam itu juga. Lalu dipakai lagi saat ulang tahunnya. Lalu dipakai lagi saat pergi ke sekolah. Kemudian dipakai lagi setiap kali pergi ke mall. Dan tentu saja dipakai lagi saat pergi ke mini market di depan komplek.

Setelah pembelian baju Princess Anna Frozen itu si Papap pun menjadi pelanggan setia Bukalapak. Dari aksesoris mobil sampai kaos untuk dirinya dan Hikari, dia pesan juga dari online shop itu. Karena semua barang yang dia beli selalu datang sesuai janji, Papap selalu mengecek Bukalapak online shop sebelum memutuskan membeli sesuatu di toko. Dan untuk menenangkan hati saya, saya pun kebagian dibelikan tas ransel yang pernah saya intip di Bukalapak dan saya komentari, “itu bagus!” 🙂 Foto Aiko dengan baju Princess Anna yang saya pasang di Facebook pun mendapat beberapa komentar dari para ibu: “Beli di mana? Aku cari model yang itu susah sekali! Minta alamat tokonya dong!” Jawaban saya ya adanya di Bukalapak. Semua ada di situ!

bukalapak frozenHampir 6 bulan kemudian, demam Frozen Aiko rupanya belum reda. Kemarin Aiko selesai nonton film Frozen untuk keseratus tujuh puluh lima kalinya kesekian kalinya dan mulai memasang wajah yang biasa dia pasang untuk Papapnya.
“Mamam, Aiko mau baju Princess Elsa itu ya.”
Saya tepok jidat. “Kan Aiko sudah punya baju Anna.”
“Tapi baju Elsa kan belum…” Sigh.
Si Papap sedang di Jogja dan ketika dia menelpon, saya sampaikan rengekannya Aiko. Jawaban Papap sudah bisa diduga. “Cari di Bukalapak aja, Mam.”
Dan memang saya langsung mendapatkan apa yang dicari. Apalagi sekarang Bukalapak ada di iOS dan Android. Tinggal download aplikasinya. Belanja menjadi gampang, diberikan banyak pilihan barang, dapat membandingkan harga, dan yang penting sama amannya dengan belanja di toko biasa. Baju Elsa pesanan Aiko akan datang 3 hari lagi. Beserta pesanan lainnya pilihan saya tentu saja hehehe….

Oh ya. Kalau mau lihat iklan Bukalapak supaya lebih kenal dan mengerti sistemnya, silahkan meluncur ke sini ya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Count to Comment * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.