Dear Nek,

soulmate quote
Seharusnya Februari tahun ini saya mendapat trofi ‘Worst Friend Ever’ dari Nenek FM. Tulisan hadiah ulang tahun untuknya di tahun ini terlambat hampir dua bulan. Alasannya bukan karena saya lupa. Sumpah Pramuka ini teh. Alasannya karena saya sedang penuh.

Gini nih sebagai ilustrasi.
Kita pasti punya sahabat yang selalu kita cari-cari, uber-uber, paksa-paksa untuk ketemu setiap kali kita punya cerita atau sedang ingin curhat. Let’s just say kita sedang dalam kondisi penuh cerita. Ibarat air di dalam ember, curahan hati kita sampai luber-luber keluar ember. Supaya bisa kosong, yaaa isi embernya harus dikeluarkan toh. Biasanya yang jadi tempat penampungan ya teman, sahabat, dan saya yakin ada yang bakal nyebut Tuhan juga. But, that’s another story. Sekarang, bayangkan seandainya sahabat kita ini sedang ulang tahun sementara kita sedang membawa ember penuh air yang luber-luber itu. Saat ketemu dia, bukannya haha hihi ketawa ketiwi merayakan ulang tahunnya, bisa-bisa kita malah numpahin isi ember kita ke dia.

Nenek FM ini buat saya ya orang yang sering ketumpahan isi ember saya. Walau kami belum pernah bertemu –yes, for the hundredth times we haven’t– dia seperti bintang di langit yang tinggi (bukan di langit yang biru ya) yang saya selalu tahu dia ada di sana walau saya tidak bisa pergi ke sana. Apabila saya menulis untuknya di saat ember saya super penuh yang akan terjadi adalah dirinya yang basah kuyup akibat guyuran air dari ember saya. Gak banget dilakukan di saat teman sedang ulang tahun, dan it is exactly what I am doing right now hahaha…

Jadi, setelah muter-muter di atas *tunjuk jari ke atas* yang saya mau lakukan adalah mencari alasan kenapa saya melewatkan ngeblog di tanggal 21 Februari tahun ini. Kenapa saya melewatkan satu hari dalam setahun di mana saya selalu menunggu-nunggu untuk bisa ngeblog dengan penuh cinta. Sederhana aja. Saya ingin bisa bertemu dia dengan cerah ceria dengan ember saya yang kosong (basah sedikit lah) karena hari itu, di tanggal 21 Februari itu, my soul mate whom I have met even before our bodies meet is having a birthday and on that day, on that very day, everything has to be about her, about how great she is as a person, how wonderful she is as a friend, and how scary she is as my proof reader. Eh.

Happy belated birthday, Nek. My bucket might not be fully empty right now, but the thought of you being there, always, makes me feel I can carry it just fine. I wish you all the best things on earth and in heaven!

One thought on “Dear Nek,

  1. Thank you so much, Mak. So glad akhirnya elo ngeblog lagi (gw berharap ini artinya si “ember” sudah lumayan ada saluran, amin allahumma amiiin). As in my case, blog gw akhirnya almarhum setelah sekian lama kelamaan dibiarkan berdebu. Postingan terakhir gw di blog itu sebelum modar adalah postingan buat elu awal Maret 2015 😀

    Soal “another story”, nah, itu ditunggu selalu ya Mak.

    Mari ketemu di pengkolaaaan! :*

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Count to Comment * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.