Ketika Angka Bertambah

20140426-233751.jpgSisa umur saya berkurang satu hari ini. Saya bersyukur karena saya masih diberi umur tahun ini untuk menerima cium Hikari, mendengar nyanyian Happy Birthday Aiko, melihat wajah salah tingkah Papap yang hampir lupa, makan kue ulang tahun bersama orang tua saya, membalas ucapan selamat teman-teman saya yang baik,  membaca posting blog hadiah ultah saya dari Fitri Mohan sambil terharu berat…  Saya bersyukur.

Tahun ini entah kenapa kepala saya tidak bisa berhenti memikirkan satu hal: kehilangan. 

Bertambahnya umur memang membuat kita harus mengalami kehilangan-kehilangan selain tentu saja wajah bak remaja akibat kehilangan kolagen. Di kepala, saya tanpa sadar membuat daftar kehilangan saya saat saya semakin tua dewasa. 

One thing about losing that I feel sorry about is the ability to remain naive.  Kehilangan kepolosan. Innocence memang hanya milik para manusia dengan usia muda. Begitu usia saya beranjak 159, seperti kata si Nenek, sulit sekali untuk melihat dunia tanpa pretensi. Ketika saya melihat warna merah, mata saya seakan melihat pendaran warna lain: pink, putih, kadang hitam. Life becomes so much complicated. 

Hhmmm… Ulang tahun saya tahun ini rasanya mellow. I miss myself when I was so carefree. Or perhaps, I just need to find the old me again.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Count to Comment * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.