Glee dan Umur

Glee season 5 rupanya sudah mulai hari ini. Tentu saja saya terlewat tidak sempat menonton. Punya dua anak kecil membuat kegiatan menonton TV jam 6-10malam adalah suatu kemewahan. Kalau tidak bisa disebut mukjizat. Tidak percaya? Coba deh rebutan remote control dan TV dengan anak umur 2-12 tahun! See if you could win!

Balik lagi ke Glee, saya cuma bisa pasrah lihat jadwal film Glee yang tidak emak friendly. Untungnya film seri itu diputar ulang jam setengah sebelas malam. Dengan bahagia saya pencet ‘book’ sambil bersumpah saya tidak akan ketinggalan film demenan saya itu (beuuuh… Demenan!).

Jam sepuluh malam, tumben, dua kunyil saya sudah tidur. Si Hikari niat banget tidur cepat karena diancam: kalau mau tidur di kamar Mamam harus tidur sekarang! Maka, tidur lah dia sebelum diusir balik ke kamarnya. Si Aiko, setelah berguling-guling ke seluruh penjuru kasur dan badan saya, ikut tertidur. Saya lega. Legaaaaa banget. Setelah lega, ada hal lain yang menyusul: mengantuk.

Hadeeeeeeuh. Susah payah saya bikin dua kunyil tidur cepat eh sekarang malah ngantuk. Apa-apaan ini?! Ke mana perginya diri saya yang sanggup begadang sampai ayam ganti shift?! Gak bisa gini lah! Saya harus nonton Glee jam setengah sebelas malam! Harus!

Saya mau bangun dari kasur. Niatnya mau bikin kopi. Si Papap tiba-tiba komentar.
“Tiduuuur. Inget besok ngantor. Wajar lah sekarang gak tahan begadang. Kan udah gak muda lagi, Mam.”

Tunggu sebentar. Saya pindahin Papap ke pohon kamboja di halaman dulu.

2 thoughts on “Glee dan Umur

  1. Hahaha, saya juga biasanya ikut tertidur waktu nidurin Dea. Boro-boro nonton serial TV mbak, nonton DVD yg bisa diatur waktunya aja saya masi belum sempat. Jadinya waktu udh kepengen banget nonton ya ngajak misua cuti setengah hari buat nonton bioskop sekalian 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Count to Comment * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.