A Wish for Love

Kangen kan sama tulisan saya? hehehe
Novel keempat saya sudah beredar loh. Pelepas kangen. Sempat disindir-sindir di twitter karena kelamaan vakum. Maap yaaaa. Ini deh pelipur laranya. Keren banget lah! *ditimpuk massa*

Cerita sedikit ya. Novel ini aslinya berjudul In Your First Smile. Saya dapat ide cerita novel ini ketika sedang di Sanur, Bali. Terus terang ide cerita ini adalah gabungan apa yang saya alami, rasakan dan apa yang setidaknya dua orang teman saya alami dan rasakan. Walaupun semua novel saya selalu berisi setidaknya secuplik dua cuplik kejadian nyata yang entah saya lihat atau saya alami sendiri, novel ini terutama yang benar-benar berisi sesuatu yang nyata. Pernyataan saya bahwa cinta hanya datang kepada sedikit orang yang beruntung bukan sekedar kalimat poetic biasa. Pernyataan itu saya dapat sebagai benang merah dari perasaan orang-orang yang menjadi ide cerita novel ini.

Lalu, apakahah jalan ceritanya nyata? Hmmmm… ada yang nyata. Tapi saya enggak mau bilang yang mana 🙂 Bisa tebak?

20130825-002746.jpg

Love is a myth.

Cinta hanya datang kepada sedikit orang yang beruntung. Dan aku bukan salah satu yang beruntung itu.

But that’s fine. Aku tidak membutuhkan cinta. Menurutku, dua orang dewasa yang saling peduli dan menghormati sudah cukup untuk menjalin hubungan yang baik. Seperti aku dan Rio. Bertahun-tahun aku menjadi kekasih Rio tanpa pernah mencintainya dan itu sudah cukup. I can live with that. I really can… sampai seorang laki-laki lain membuat duniaku berhenti berputar dengan senyumnya dan mata bulan sabitnya.

Kini ada dua laki-laki mengharapkan cintaku. Siapa yang harus kupilih?
If I have to choose love, why does it hurt so much?

————–
Terima kasih saya yang tidak terhingga untuk orang-orang dengan enough dosage of care, affection, and critics yang membuat motivasi saya menyelesaikan novel ini (yang butuh dua tahun!) membara selalu. Thank you, guys. I mean it!
Fitri Mohan, Kang Meddy, Santi D.

19 thoughts on “A Wish for Love

  1. eh, eh, bicara tentang yang nyata-nyata ya mbak? Mengingat saya lagi butuh cuti dari realita ga punya ART, kayanya boleh tuh untuk melipur lara *merencanakankunjunganketokobukuweekendini*

  2. Btw, seneng bisa comment lagi di sini, kemaren2 lenyap ga jelas hehehehe. Oia, Maaf lahir dan bathin ya mbak 😉

  3. Devina pa kabar? kemarin mampir Gramed liat novelmu ini..lom sempat beli…
    tapi nanti pasti akan kubeli..penasaran sm ceritanya….
    Selamat ya buat novel ke 4 nya….

      1. long time no see Dev…^^ dari masih blog ak suka baca tulisanmu…
        kl jumpa fans..ak diundang ya… minta foto bareng…(eitssss..jangan ketawa..)

  4. Ini hanya ungkapan perasaan saya saja ya kak, novel ini kan akhirnya happy ending. Mgkn lebih baik kalau semua d buat jelas. I mean Rio jadi sama Ditha. Jullie jadi sama Emir atau Firman. Walaupun saya berharap Rio jadi sama Kirana.

  5. Sumpah kak setelah gw baca novel ini gw merenung selama ini gw baru pacaran 1 kali tapi gk ngerasain yang namanya cinta,,,,
    setelah gw baca novel ini entah kenapa 3 bln kemuadian gw ketemu cewek yang baru gw kenal 48 jam tapi udah buat gw gk bisa tidur 3 hari dunia gw serasa berubah pas liat dya………………..
    Damn,,,
    Inikah yang namanya cinta….
    Based on A True Story !!!
    no Hoax,,,
    Makasih Kak atas novelnya
    Di tunggu Novel” lainya
    🙂 🙂 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Count to Comment * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.