Bacalah Imelmu Tiga Kali Sehari

Semua orang punya email. Kecuali kalau anda usianya sudah di atas 60 dan/atau tinggal di daerah yang ngirim pesan bisa pakai merpati pos, mungkin anda tidak perlu email hari gini. Tapi kalau anda -let’s say- karyawan di Jakarta yang tiap hari nongol di fesbuk, eksis dengan statusnya, dan memegang telpon pintar, anda pasti punya email. Apalagi kalau pekerjaan anda membutuhkan putaran informasi yang cepat yang tidak bisa dibereskan dengan tukang pos atau malah merpati pos. Jadi, seperti yang saya bilang tadi, semua orang dengan kategori karyawan, usia 30-40an, punya akun fesbuk, pegang telpon pintar, pasti punya email.

Pertanyaannya kemudian adalah dipakai buat apa email itu? Pajangan?
Continue reading

Antara Senayan dan Sudirman

Hari Jumat tanggal 22 lalu saya muncul di pusat kota, sebutlah daerah sekitar Sudirman, Thamrin, Gatot Subroto, dan Kuningan. Momen yang harus dirayakan sebenarnya karena belum tentu sebulan sekali saya mau atau harus pergi ke pusat kota. Tiap kali saya harus ke daerah situ, yang terbayang pertama kali pasti macetnya, naik apanya, sama siapanya, sampai ke apa-segitu-pentingnya. Dengan lokasi rumah saya yang nun jauh di ujung sana, pergi ke pusat kota itu perlu persiapan dan perbekalan setara bepergian pakai passport.

Jumat kemarin saya pergi ke daerah Senayan untuk menghadiri launching novel Perempuan Pelukis Wajah, antologinya Mbak Ainun, Ndorokakung, Karmin Winata, dan teman-temannya. Acara yang wajib saya datangi karena saya kepengin baca isi novel mereka sekaligus minta cap bibir di novelnya 🙂

Continue reading

Sebelum Kita ber-Wild Wild West

Sudah pernah ke atraksi Cowboy Wild Wild West di Taman Safari Indonesia Cisarua?

Saya baru sekali. Kemarin. Hari Minggu itu sudah beranjak agak sore saat Papap membujuk kami -saya, Hikari, baby Aiko, adik saya, dan si mbak- untuk bertahan sebentar lagi di Taman Safari demi menonton pertunjukan Wild Wild West. Kami semua sudah begitu capek dan ide untuk menonton atraksi semacam sirkus dengan tema koboi yang diperankan oleh orang Indonesia agak kurang menarik buat saya dan rombongan. Tapi kegigihan Papap dalam membujuk dan memelas memang akhirnya menang. “Kata temanku bagus banget loh, Mam.” adalah kalimat iklan si Papap. Baiklaaaaah. Kami pun berhasil digiring menuju arena besar dengan bangku-bangku panjang berwarna hijau oleh si Papap mengikuti arus ratusan orang lainnya yang berjalan kesana. Continue reading

Minta Baik-Baik

Sudah hampir 3 minggu saya kehilangan kertas warna-warni post-it jagoan. Saya punya beragam ukuran dan bentuk post-it. Saya biasa memakainya dari menggambar beragam ekspresi muka saat sedang di meeting yang membosankan, menulis beragam catatan di buku pelajaran modal mengajar saya, sampai menyuruh trainee/siswa saya untuk menuliskan kesan dan pesan mereka. Tapi kata teman saya, fungsi sebenarnya dari post-it itu ya cuma untuk mewarnai dunia. Biar rame aja.

Tiga minggu lalu kertas warna-warni seukuran label nama itu saya pakai untuk mengajar kelas khusus di Bogor. Selesai kelas, semua barang bawaan -termasuk para post it jagoan- saya karungin baik-baik. Or I thought I did. Beberapa hari setelahnya saat saya membongkar karung dan barang bawaan mengajar, kertas warna-warni itu lenyap, nyap, nyap!

Continue reading