Semua orang punya email. Kecuali kalau anda usianya sudah di atas 60 dan/atau tinggal di daerah yang ngirim pesan bisa pakai merpati pos, mungkin anda tidak perlu email hari gini. Tapi kalau anda -let’s say- karyawan di Jakarta yang tiap hari nongol di fesbuk, eksis dengan statusnya, dan memegang telpon pintar, anda pasti punya email. Apalagi kalau pekerjaan anda membutuhkan putaran informasi yang cepat yang tidak bisa dibereskan dengan tukang pos atau malah merpati pos. Jadi, seperti yang saya bilang tadi, semua orang dengan kategori karyawan, usia 30-40an, punya akun fesbuk, pegang telpon pintar, pasti punya email.
Pertanyaannya kemudian adalah dipakai buat apa email itu? Pajangan?
Continue reading
