Sesuai Umur

Sehari setelah pembantu saya datang dari kampung, saya dapat sms dari suaminya. Isinya:

Ass ibu nh istri aq dh berngkt blm nh by Rohman mba tum dh berngkt ibu,,,?

Sms itu saya terima hampir tengah malam di tengah-tengah prosesi menggendong bayi sampai tidur. Karena kapasitas kesabaran sudah menipis, saya kasih hape ke Papap supaya sms itu bisa diterjemahkan.

Sebelumnya, saat saya tergeletak sakit di rumah, saya juga pernah terima sms dari staf saya yang baru berusia 20 tahun. Di sms saya ke dia, saya minta dia kasih laporan singkat tentang acara pendaftaran siswa hari itu. Sms saya pun dia balas dengan isi yang bablas gak bisa saya ngerti. Yang paling bikin mata saya sepet adalah staf saya ini menaruh huruf ‘X’ di setiap akhir kata.

Pndftrnx lmyn kokx sksesx…

Belum selesai saya baca sms itu, saya langsung angkat telpon nelpon dia sambil menjerit, “Lo nulis apaaaaaan seeeeeh?!”

Kemarin, saya sempat cerita soal bahasa sms itu sambil ngomel-ngomel ke teman yang umurnya hampir sebaya sama saya. Kira-kira 17 tahun lari deh, kita berdua ini. Teman saya ini sambil ketawa-tawa mengatakan sesuatu yang bikin saya terjengkang.

“Kita doang kali yang gak ngerti bahasanya. Secara kita udah tua gitu loh.”

WHAT?! (ho 0h. Saya sering terjengkang tiap kali disadarkan kalau saya sudah tua)

Baiklah, kata saya kepada teman saya yang kekeuh kalau kami sudah tua. Bagaimana dengan kiriman Blackberry Messenger dari teman-teman saya yang seumur? Bahasanya sih masih bisa saya mengerti tapi coba lihat itu ikon-ikon yang dipakai. Layar hape menjadi berwarna-warni dengan tulisan Thank You atau Hahaha atau Sip Sip yang menggunakan segala macam ikon dan font yang beraneka ragam.

Suatu kali, guru musik Hikari yang terkenal galak (bahkan dengan ortunya siswa) itu mengundang kami para orang tua siswanya untuk bikin grup bb. 8 orang ibu-ibu pun bergabung dalam grup itu. Pada suatu hari sang guru musik menulis pengumuman penting di grup bb tentang bahan yang harus dilatih untuk ujian. Thread ujian itu pun menjadi panjang dengan beragam pertanyaan para ortu. Di akhir diskusi, 8 orang ibu-ibu ini pun saling mengetik ucapan terima kasih. Dan sebagai balasannya, guru musik perempuan berusia 30 tahunan yang galak itu pun mengetik Thank You, Sip-sip, Good Night, disertai font warna-warni, bunga-bunga, ikon ini itu, dan smileys dimana-mana. Salah satu ibu pun membuat grup bb baru yang isinya 8 ibu-ibu MINUS sang guru hanya untuk bilang, “Kagak jadi takut, boooooow!”

5 thoughts on “Sesuai Umur

  1. Aduh, saya merasa tua sebelum waktunya klo hal-hal begini dikait-kaitkan dengan umur. Saya pun ga ngerti dengan gaya tulisan alay seperti itu mbak. Masalahnya sekarang ibu saya yang pengguna BB pun udh mulai tertular dari adik saya cara menulis alay ini. Akibatnya saya suka bengong sendiri deh klo terima sms atau message di what’sapp yang tidak dapat ditransfer dengan utuh oleh HP saya yang memang bukan BB itu 🙁

  2. Ini nih penulis yg hobi bener pake kata “sob”, “temans” dan lain2 yang alay nulis soal g paham bahasa anak mudaaaaa??? Aaaarrggghh,….. Gw mulai berpikir kalo gw yg salah selama ini…. Oh,… (pake “oh” biar dramatis).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Count to Comment * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.