Anak Perempuan Tercinta

Seorang anak yang dilahirkan ke dunia mempunyai arti lebih dari sekadar memberikan dunia satu manusia baru. Seorang anak yang dilahirkan ke dunia juga berarti sebuah kehidupan baru yang akan menyentuh ratusan, ribuan, jutaan, trilyunan kehidupan lainnya.

Dengan kepercayaan seperti itu, melahirkan seorang anak ke dunia adalah suatu tanggung jawab luar biasa bagi orang tua. Orang tua harus bisa membuat satu kehidupan baru ini menyentuh kehidupan lain dengan cahaya, dengan kebaikan, dengan cinta, dengan inspirasi… Kelahiran satu kehidupan baru ini harus bisa menjadi rahmat bagi kehidupan-kehidupan lain di sekitarnya.

Alhamdulillah, Aiko Anadia Hardian telah lahir pada hari Kamis, 16 Juni 2011 jam 23:07. Dengan ijin Allah, kami akan berusaha membesarkannya menjadi manusia yang bisa menjadi rahmat bagi sekelilingnya. Amin.

Posted with WordPress for BlackBerry.

#indonesiajujur: Ketika Orang Tua Bermuka Dua

Seorang teman saya di twitter menulis begini:  “Ini orang2 pada ngutuk yg nyuap hakim, jaksa n polisi… coba ntar itu orang pada kena kasus… sama aja bakal nyuap aparat jg.”

The road to the light is lonely.Sedih dengarnya? Iya. Tapi ada fakta disitu.
Berapa kali kita -orang dewasa- teriak-teriak anti korupsi, ganyang koruptor, tolak pejabat koruptor, tapi begitu kita harus berhadapan dengan situasi dimana keberanian kita diuji, kita menjadi terbata-bata?

Tunggu. Apa ini artinya saya memaklumi korupsi?

Continue reading

Kalau sayang, panggil aku…

Tante saya yang paling bungsu itu cuma bisa meringis lebar. Suara ha-ha-ha yang keluar dari mulutnya bukan suara tawa senang. Kontras dengan suara tawa terbahak-bahak orang-orang di ruang keluarga Eyang saya. Satu-satunya orang yang tidak tertawa -bahkan tidak mampu membuat garis tertawa di wajah- adalah saya. Oh, ada satu orang lagi yang tidak tertawa: sepupu kecil saya bernama Faiz yang baru berusia 3 tahun. Faiz sedang mengeluarkan suara kesal-marah-hampir menangis karena digoda oleh om-om dan tante-tante nya yang berjumlah lusinan. Beberapa menit setelahnya, suara tangis Faiz menggema ke seluruh ruangan. Dia berlari ke pelukan sang mama yang cuma bisa menggendongnya pergi.

Continue reading

A Closure

After almost 13 years of working at the same place, dealing with the same people, living the same culture, I was finally assigned to a different unit. It’s not really entirely a new unit for me since long long time ago I once also worked there part-timely for 2 years. And honestly, the place where I’ll be working is still at the same building only different floor. Still, the new assignment came as a shock for me. Not to mention it came to me in a short notice. Not to mention at the same time I was also preparing for my 3-month maternity leave, starting right then.

Later I found out I was not the only one who got new assignment. From the same office, there were 2 others in higher position than me who got to leave to a new place. From the whole organization, there were dozen of others, in the name of restructuring. Apparently, I was not the only one who was shocked by the new assignment. Don’t get me wrong. This assignment doesn’t bring harm to my career at all in any way. But when you were given a short-notice assignment after 13 years of service in one place, you couldn’t help being shocked. Plus, from the 3 people leaving, I am the only one with longer history in that place. And when I say history, I mean real history. So, there I was, on my last day, standing in front of my office room, closing the door while trying to inhale the last smell of the room, and thinking… I hadn’t said goodbye to my 13 years of history.

Continue reading