Yang penting niatnya atau hasilnya?

Lampu merah di perempatan Kranggan-Cibubur di dekat Plaza Cibubur belum lagi setahun dipasang. Hari ini saya diundang teman untuk ikut gerakan Dukung penon-aktifan Traffic Light Plaza Cibubur di FB. Ya jelas, langsung saya approve. Saya ngaku sebagai salah satu pengguna jalan Alternatif Cibubur yang menderita lahir batin akibat macet panjang yang disebabkan oleh lampu merah itu. Saya juga ngaku sebagai salah satu yang sering ngomel panjang terhadap orang pintar yang punya ide memasang lampu merah itu disitu dengan pengaturan seperti itu!

“Niatnya baik,” kata Papap waktu untuk kesekian kalinya saya ngomel. “Supaya lancar dari sana kesini dari situ kesini.”
“Niat baik gak cukup, Be,” potong saya waktu itu. “Harus ditambah punya plan yang pintar juga.”
“Niatnya dulu lah,” kata Papap kekeuh.
“Ya, abis itu mikir. Niatnya baik mau bikin lalu lintas teratur. Bikinnya harus pintar. Masa disini hijau di seberang hijau juga. Ya nabrak! Ya tersendat juga. Niat baik gak cukup.”
“Ya itu kan perlu proses. Tapi semua yang didasari niat baik hasilnya baik.”
“Belum tentu begitu kejadiannya! Bisa aja niatnya jelek. Misalnya,” kata saya makin sewot, “niatnya mau cari muka sama atasan. Tapi niatnya itu bikin dia kerja keras. Kan hasilnya yang penting. Niatnya jelek gak keliatan.”
Papap diam.
“Kamu ngomongin siapa sih?”

Ah, sialan!
Balik ke soal lampu merah di Cibubur itu, saya dukung deh. Sesuai petunjuk Papap: Niatnya baik kok.

Bagi warga sepanjang jl.alternatif Cibubur,
Pernah merasakan kemacetan dan keruwetan apabila Traffic Light Plaza Cibubur diaktifkan secara normal, dan median jalan di perempatan tersebut dibuka ?
Disamping menyebabkan kemacetan panjang, keruwetan juga menimbulkan bahaya akibat kendaraan dari arah Cileungsi yang bisa memotong ke arah Kranggan disaat kendaraan dari arah Jambore juga berjalan.
Masalah ini sudah disampaikan ke @TMCPoldaMetro via twitter, dan dijawab agar dikumpulkan semacam petisi online tentang hal ini.
Untuk itu,kita bersama-sama menyampaikan kepada semua pihak terkait (Polisi,Dishub,Pemda) agar:
1. Traffic Light Plaza Cibubur dinon-aktifkan
2. Tutup median jalan jl.alternatif di perempatan plaza cibubur, sehingga tidak ada lalu lintas yang memotong arus dari dan ke Jambore di perempatan tersebut.
Ajak juga sesama warga yang merasakan hal yang sama
.

Gambar dan himbauan diambil dari account FB Dukung penon-aktifan Traffic Light Plaza Cibubur.

6 thoughts on “Yang penting niatnya atau hasilnya?

  1. Saya kalau pergi, disupirin sih, gak pernah ngerti jalan, gak ngerti juga masalah ini. Hi hi. Hebat ya, menyampaikan suara rakyat lewat Facebook. Demokrasi Facebook *sok-sok bikin istilah*. Kalau nggak ada Facebook kudu demo ke DPR, kan tambah bikin macet ya.

  2. Dalam perjalan ke kantor, lewat daerah meruya, dari daerah intercon kebun jeruk ke arah jalan panjang, gua juga nemuin lampu merah yang kayak gitu. yang sini ijo, yang sana juga ijo. kalau orang yang udah sering lewat situ, sih tau sama tau aja, paling klakson dikit dikit. yang lucu kalau orang yang baru lewat situ trus sok tau dan sampe turun dari mobil sambil marah-marah “Lu nggak lihat kalo giliran gua yang ijo?!” tapi gua malah senang lewat situ. ya tujuannya pengen ngeliat orang-orang sok tau dan belagu kayak gitu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Count to Comment * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.