Not Everything Should be Meaningful

Seven months living in global pandemic. More like living in a fish bowl, actually. See things and hear things from the perspective of a glass bowl. Unable to go anywhere (well, in my case, I choose not to). Haven’t been outside the 5-kilometer perimeter from home. Haven’t been to the office. My spirit changes from yes-we-can-do-this to glad-we-have-time-to-relax-at-home-a-bit to shit-when-will-this-be-over and finally the question of are-we-there-yet on repeat.

As someone who constantly feels like I need a meaningful outcome in my day-to-day life, the pandemic has robbed me that. Yes, I still have a job and yes, I still have to supervise my kids’ studying from home, but I can’t help questioning ‘what’s the use?
Continue reading

I Love You Most Ardently


Three months into home quarantine and I found myself hooked (again, and again) on Pride and Prejudice, movie and book. This time, I have been re-watching the 2005 version of P&P every night and day for more than a week already 😳 . Well, everyone who’s known Mr Darcy would not think I’m insane, right? Mr Darcy has totally set the standard of women’s expectation of men for centuries. Quite an impossible standard, I must admit 😀 . For those of you who are familiar with Mr Darcy, I’m sure you know what I mean.
Continue reading

Perempuan Ngobrol tentang Menulis

Hari Minggu kemarin, saya diundang komunitas Trilogy of Female untuk ngobrol tentang menulis dan bagaimana menulis bisa memberdayakan perempuan, khususnya. Agak senewen juga saya jujurnya untuk mengiyakan karena saya merasa belum ada apa-apanya untuk bisa berbagi di forum seperti itu yang diikuti oleh banyak peserta. Untungnya ada pembicara satu lagi, Mbak Sherlinda, yang bisa mengisi mati gaya saya tiap harus nongol di forum.
Continue reading

Officially a Published Writer

Tepat 12 tahun dan 1 bulan yang lalu (oke ini saya udah ngitungnya pakai kalkulator), novel pertama saya Hair-Quake resmi diluncurkan di 13 April 2008. Setelah sebelumnya cuma jadi penulis blog, jurnal, diary, komen blog orang, laporan kantor, Alhamdulillah sudah bisa merambah ke profesi penulis novel. Sejak itu saya sudah menulis 4 novel Metropop dengan GPU, 3 novel antologi dengan Lingkar Pena, 1 buku cerita anak antologi dengan Blogfam, dan 2 cerpen di Majalah Femina. Belum seberapa memang.

Pertengahan tahun 2013, A Wish for Love, novel yang keempat diterbitkan. Sejak itu karir penulisan novel saya berhenti sampai 7 tahun kemudian di tahun 2020 ini dan saya hanya sanggup menelurkan 2 cerpen di Majalah Femina. Kenapa berhenti? Sibuk, Bambaaaang 😀 .
Continue reading

Passport dan Foto Keluarga

Bulan April ini seharusnya jadwal saya memperpanjang passport. Walaupun belum ada rencana ke mana-mana, saya kapok deg degan karena masa berlakunya passport yang kurang dari 6 bulan lalu tiba-tiba saya harus jalan ke mana gitu. Tapi rencana sejak 2 bulan lalu gagal total lah gara-gara Covid-19. Lagian, mau kabur ke mana juga pakai passport wong pesawatnya di-grounded semua 🙁 .

Urusan bikin dan perpanjang passport ini urusan pelik buat saya dan keluarga. Pertama, buat saya. Pelik. Ini karena nama saya yang enggak ada bau-bau Indonesianya. Bawaannya curiga aja itu petugas kantor imigrasi. Biasanya saya akan dipelototin dari atas sampai bawah untuk memastikan iya bener ini orang Indonesia. Buku Nikah, Kartu Keluarga orang tua saya, semua dilihatin lama-lama. Pelik kedua itu saya alami baru aja saat membuat passport anak beberapa bulan lalu. Ini cerita antara ngeselin dan konyol sih.
Continue reading

The Mystery of Age…ing

Sudah beberapa tahun ini saya berhenti menonton film-film mikir. Dan itu artinya saya juga sudah berhenti menonton (hampir) semua film pemenang Oscar. Movies affect me very much. Kalau itu film-film mikir dan cenderung punya storyline yang membuat depresi, maka saya akan mikir berhari-hari dan bahkan sampai ke fase gloomy. Sejak mengalami PPD, saya sebisa mungkin menghindari pencetus depresi yang bisa membuat saya babak belur. Sekarang ini saya cuma mau nonton film ringan ringan yang sekali nonton kelar enggak kepikir lagi. Untung saya masih tahan baca buku serius dan mikir, karena kalau enggak, man, secetek apa nanti diri ini hehehe…
Continue reading

Hashtag Di Rumah Aja

Minggu ini minggu ke dua ratus empat puluh saya menjalani karantina rumah karena Covid-19. Kidding. Ini minggu kelima saya dan ribuan orang di negara ini terpaksa menjalani karantina rumah. Di dunia? Mungkin sudah bulan ke-lima mereka menjalani karantina sejak virus ini resmi disebut pandemik. I can’t believe I have lived long enough (or short enough) to experience a world wide pandemic like now.
Continue reading

Cover Baru di Ebooks

Dua novel lawas saya, halah lawas, lamaaa, novel lama saya dikasih baju baru dan diterbitkan di Gramedia Digital.

Novel Fly Him to the Moon ini tidak seperti saudara-saudaranya yang lain semacam anak jarang disebut 😀 . Ini novel yang idenya benar-benar nggak ada yang saya ambil dari pengalaman saya. Ide cerita di sini benar-benar karangan saya sendiri. Yaiyalah masa karangan orang lain… Novel-novel saya yang lain pasti ada sedikit cipratan pengalaman saya sedikit atau banyak. Novel ini juga jarang disebut. Enggak seperti yang lain. Kenapa ya? Hmm…

Di novel FHTM ini juga, ada sumbangan puisi teman keren saya si Memed. Puisinya bikin baper abis deh.

Novel lain yang bisa dibaca ebooksnya ya si novel yang sudah 3x ganti baju. Paling banyak dandan yang ini dah. Novel ini juga yang personal banget buat saya, selain novel Hair-quake. Novel TTTL ini idenya saya dapat karena keseringan bengong di kereta JR Yamanote Line. Saat menulis cerita ini saya seperti trance membayangkan Tokyo dan keretanya, menghirup bau Tokyo dan sekitarnya, makan minum hidup berhari hari bersama tokoh-tokohnya di kepala saya. Kayak kesurupan.

Ohya kemarin itu di Ig ada yang komen bahwa To Tokyo To Love ini novel favorit dia sewaktu SMP. Antara senang dengan malu, saya bacanya. Saya menjejali anak SMP dengan cerita cinta cintaan model beginiiii hadeuuuuh….Hahaha…

Anyway, silahkan berkunjung ke https://ebooks.gramedia.com/books/author/mariskova untuk membaca versi digital novel-novel ini. Eh, jangan lupa setelah baca tulis komen dong.